Berita Hindu Indonesia

Media Informasi Terkini Masyarakat Hindu Indonesia

Iklan Leo Shop

Pasang iklan disini

TWITTER

Powered by Blogger.

Ketika Para Wanita Bali Memanen Padi Era Tahun 1990

On 7:11 PM with No comments

Berita Hindu Indonesia - Ketika petani masih menanam Padi Bali, sebutan untuk padi yang berusia panjang, banyak muncul sekaa yg lahir dari sawah. Selain sekaa manyi, ada sekaa makajang, yakni sekumpulan orang yg mengangkut padi dari sawah ke rumah dan dimasukkan lumbung. Ada sekaa mabulung, yakni sekumpulan orang yg membersihkan padi dari rumput liar. Ada sekaa ngabut bulih, yakni sekelompok orang yg mencabut benih padi dan dibawa ke petak2 sawah. Sementara anak2 asyik mencari capung, belalang dan serangga sawah lainnya.


Panen Padi Tahun 1990-an


Budaya agraris ini bukan saja melahirkan sekaa yg begitu aneh untuk ukuran jaman modern, tetapi juga melahirkan kesenian spontan. Ibu2 yg tergabung dalam sekaa mabulung terampil memainkan alu, sementara dari mulutnya keluar tembang yg liriknya spontan.
Ketika padi sedang panen, yg memanen biasanya kaum wanita, kaum lelaki bertugas mengikatnya. Pesta panen padi itu masih pula diwarnai suara seruling dari batang padi yg digemari anak-anak, ada yg sekedar bunyi layaknya terompet.

Orang Bali di masa lalu, ketika kehidupan agraris masih menjadi urat nadi keseharian, belajar menembang di tengah sawah. Inilah arena latihan mereka, alam yg terbuka. Tidak ada yg memburu waktu mereka, karena padi yg dipanen tetap dijemur di tengah sawah.
Budaya agraris sekarang sudah menjadi masa lalu. Industrialisasi masuk ke Bali dan orang mulai dipompa untuk hidup dikejar2 oleh waktu. Semuanya serba terburu2 dan alat2 modern untuk memburu waktu, juga didapat dgn mudah.

Untuk apa menanam Padi Bali yg baru dipanen setelah 5 atau 6 bulan? kelamaan, dan diperkenalkanlah padi usia pendek, hanya 3 bln sudah panen. Tanah tak perlu terlalu digemburkan, beri saja byk pupuk kimia. Pupuk ditebarkan ke sawah. Rumput2 liar juga berkurang, sekaa mabulung lenyap.

Padi tak lagi masuk ke lumbung, Dewi Sri sudah mulai dilupakan. Sekaa makajang? Rasanya sudah tidak ada lagi, yg ada deru tukang ojek dgn motornya yg siap mengangkut karung2 gabah ke penyosohan. Semuanya serba cepat


Sumber : Sejarah Bali
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments